Dukung Pengembangan Investasi Sosial dan Wakaf, BNI Syariah Targetkan Serapan Rp5 Miliar

- 24 Oktober 2020, 14:04 WIB
Ilustrasi investasi asing yang masuk Indonesia setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan.
Ilustrasi investasi asing yang masuk Indonesia setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan. /Pixabay/Capri23auto/

Penerbitan CWLS diperlukan untuk memperkuat kapasitas ekonomi keuangan syariah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Peraturan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Pengelolaan Aset SBSN Kementerian Keuangan, Agus Prasetya Laksono.

Selain itu, penerbitan tersebut juga berguna sebagai cara mengembangkan investasi sosial di tengah pandemi Covid-19 dan menguatkan institusional pengelolaan wakaf nasional.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Generasi Milenial untuk Program Sejuta Rumah

"CWLS Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (judi), serta telah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional dan Majelis Ulama Indonesia," ujar Agus dikutip PikiranRakyat-Indramayu.com dari Antara.

Kementerian Keuangan telah menawarkan Sukuk Wakaf Ritel (SWR) 001 atau CWLS Ritel dari 9 Oktober sampai 12 November 2020. Itu merupakan instrumen investasi sosial yang relatif baru di Indonesia.

CWLS Ritel seri SWR001 merupakan usaha pemerintah dalam memfasilitasi pewakaf uang agar dapat menempatkan wakafnya pada investasi yang produktif dan aman. Wakaf tersebut bisa bersifat sementara atau permanen.

Baca Juga: Indonesia Bakal Miliki Tim di MotoGP, Diresmikan Bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda

CWLS Ritel seri SWR001 mempunyai tenor 2 tahun. Tingkat imbalan atau kupon tetap yang ditawarkannya adalah sebesar 5,5% per tahun.

Imbalan tersebut akan disalurkan kepada kegiatan sosial atau program yang berdampak pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Nazhir diharuskan membuat laporan kepada BWI (Badan Wakaf Indonesia), Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan wakif (pembeli CWLS). Hal tersebut diperlukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan penyaluran dana imbalan CWLS.***

Halaman:

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah