Cek Fakta:Beredar Foto Anak dalam Sangkar Tahun 1955 saat Prancis Menjajah Kongo, Simak Faktanya

10 November 2020, 07:29 WIB
Foto Anak dalam Sangkar Tahun 1955 saat Prancis Menjajah Kongo //Turnbackhoax

 

PR INDRAMAYU – Beredar unggahan di media sosial Facebook tentang anak yang berada di dalam sangkar.

Pada konten tersebut, terdapat seorang anak berkulit hitam duduk di dalam sangkar, di kanan dan kirinya ada 2 gadis kecil memegang sangkar tersebut.

“KEBERHASILAN PERANCIS MENJADI TERORIS

“Foto ini dibuat pada tahun 1955 di tengah penjajahan Perancis atas Kongo. Dalam foto tersebut seorang Ayah membawa seorang anak Afrika untuk anak-anaknya sebagai “hiburan”.

Baca Juga: Gunung Merapi Siaga, 94 Ekor Sapi Diungsikan Hingga Warga Dievakuasi

“Perlu diketahui, bahwa Perancis berhasil membunuh 10 hingga 15 juta penduduk Kongo dalam waktu 50 tahun penjajahannya. Perancis juga berhasil memotong ribuan tangan anak-anak di perkebunan karet dan lahan lainnya sebagai bentuk hukuman atas kegagalan sang Ayah dalam mengumpulkan jumlah karet ataupun bahan tambang lainnya. Sampai akhirnya Negara Kongo dinamakan: “Negara Tangan Yang Terpotong”.

Demikian narasi yang menyertai foto tersebut. Konten itu diunggah akun Facebook Rindu Asmarani Syakilla ke grup “Baiya Al Aqsa, The Eyes Of The World” pada 7 November 2020.

Baca Juga: Jangan Lupa! Program 'Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap' di Kabupaten Indramayu Secara Daring

Dikutip PikiranRakyat-Indramayu.com dari laman Turn Back Hoax, konten tersebut adalah hoaks. Kategori dari informasi di atas adalah konten yang menyesatkan.

Dalam mencari kebenaran foto itu, dilakukanlah penelusuran jejak digital dengan reverse image tool Yandex.

Berdasarkan penelusuran, foto itu diambil sebelum 1960 di Republik Demokratik Kongo saat negara itu masih menjadi koloni Belgia. Sebagaimana diketahui, wilayah Kongo yang pernah menjadi koloni Prancis (Kongo Brazzaville) sekarang bernama Republik Kongo.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Selasa, 10 November 2020: Capricorn Nikmati Momen Hingga Virgo Bisa Berdamai

Foto di atas aslinya berwarna hitam putih. Foto itu menjadi sampul sebuah buku yang ditulis sejarawan Belgia, Paul Van Damme. Buku itu berjudul “Wit-Zwart in Zwart-Wit: samen en toch apart: foto’s en verhalen uit Belgisch-Congo” dan terbit pada 8 Mei 2020 lalu.

Buku itu mengungkap studi sejarah mengenai hubungan warga kulit putih dan hitam di Republik Kongo sebelum 1960 (saat masih menjadi koloni Belgia). Buku terbitan Borgerhoff & Lamberigts itu dirilis untuk memperingati kemerdekaan negara itu yang menginjak usia 60 tahun.

Majalah Belgia, Knack, menerbitkan 10 foto dalam buku tersebut pada 21 Mei 2020. Satu di antaranya adalah foto yang dibumbui narasi di atas.

Baca Juga: Tips Mudah Atasi Demam Panggung, Salah Satunya Hindari Minuman Beralkohol

Foto yang diambil pada 1950-1960 itu diketahui milik keluarga seorang penjajah Belgia. Karya itu menjadi koleksi perpustakaan Cegesoma di Anderlecht. Pengambilan foto itu dimaksudkan sebagai semacam “permainan anak-anak”, namun tindakan itu cenderung rasis dan salah.

“Foto ini dari koloni Belgia. Dan aslinya tidak berwarna! Rasisme adalah ciri khas kolonialisme. Dan sekarang, 60 tahun kemudian, rasisme masih menjadi masalah struktural,” ujar Paul melalui e-mail pada 6 November 2020.

Lulusan Ilmu Sejarah KU Leuven, Belgia, itu menuturkan bahwa foto itu tidak berkenaan dengan apa yang menjadi perbincangan mengenai Prancis akhir-akhir ini.

Baca Juga: Cair! Bantuan Subsidi Gaji Karyawan Dimulai Hari ini, Namun ada Perbedaan dalam Penyaluran?

“Sungguh mengerikan bagaimana foto ini digunakan untuk tujuan yang berbeda,” ujarnya.

Berdasarkan pemaparan di atas, unggahan yang menyatakan “foto anak dalam sangkar diduga diambil pada 1955 saat Prancis menjajah Kongo” adalah hoaks. Kategorinya adalah konten yang menyesatkan.***

Editor: Evi Sapitri

Sumber: Turn Back Hoax

Tags

Terkini

Terpopuler